Recent Blog Post

Archive for Januari 2026

  • Sebanyak lima siswa-siswi MTs Nahdlatus Shibyan mengikuti kegiatan Tsamaco V (Tsanawiyah Madrasah Competition) yang diselenggarakan pada hari Selasa, 27 Februari 2026, bertempat di MTs Darul Ulum Purwogondo. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi akademik bagi madrasah tsanawiyah di Kabupaten Jepara.

    Tsamaco V diikuti oleh ratusan siswa dari puluhan MTs se-Kabupaten Jepara, sehingga menjadi wadah strategis untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi dan sportivitas antar peserta.

    Adapun siswa-siswi MTs Nahdlatus Shibyan yang mengikuti Tsamaco V beserta mata pelajaran yang diikuti adalah sebagai berikut:

    1. Naila – Mata Pelajaran IPA

    2. Ifa Khoirun – Mata Pelajaran IPS

    3. Haris Maulana – Mata Pelajaran Qur’an Hadits

    4. Tsania – Mata Pelajaran Fiqih

    5. Lana – Mata Pelajaran Ke-NU-an

    Tsamaco (Tsanawiyah Madrasah Competition) merupakan ajang lomba yang diselenggarakan oleh KKMTs 02 Jepara di bidang mata pelajaran, dengan tujuan meningkatkan kualitas akademik siswa madrasah serta mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan.

    Penutup Kepala Madrasah
    Kepala MTs Nahdlatus Shibyan, Wildan Fatkhul Mu'in, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keikutsertaan siswa-siswi dalam kegiatan Tsamaco V. Beliau berharap melalui ajang ini para siswa dapat memperoleh pengalaman berharga, meningkatkan kemampuan akademik, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTs Nahdlatus Shibyan untuk terus berprestasi dan membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih luas.


    5 Siswa-Siswi MTs Nahdlatus Shibyan Ikuti Tsamaco V

  •  

    Rubiah, seorang guru MTs Nahdlatus Shibyan, baru saja menuntaskan perjalanan belajarnya dalam Pelatihan Guru tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan di KKMTS Ma’arif. Pelatihan ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 12 hingga 18 Januari 2026, dan menjadi pengalaman berharga dalam menguatkan kompetensi guru di era digital.

    Selama pelatihan, Rubiah tidak hanya mempelajari dasar-dasar koding, tetapi juga memahami bagaimana kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Berbagai materi disajikan secara aplikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas MTs.

    Melalui pelatihan ini, Rubiah semakin termotivasi untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam membimbing peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.


    RUBIAH, S.Pd mewakili Madtsanas pelatihan Coding Dan AI

  •  

    Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa: Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Pelajar

    Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, MTs Nahdlatus Shibyan Kalipucang Kulon, Welahan, Jepara menyelenggarakan kegiatan keagamaan pada hari Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, keteladanan, serta penguatan karakter religius bagi seluruh peserta didik.

    Peringatan Isra’ Mi’raj mengangkat tema “Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa: Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Pelajar”, sebagai upaya mengajak siswa memahami makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikan hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai pelajar.

    Gema Sholawat Pembuka Kegiatan

    Acara diawali dengan gema sholawat Nabi yang dilantunkan oleh grup rebana MADTSANAS. Alunan sholawat yang merdu dan penuh kekhusyukan menciptakan suasana religius serta menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW. Penampilan ini sekaligus menjadi sarana pengembangan bakat seni islami siswa di lingkungan madrasah.

    Mauidhoh Khasanah

    Kegiatan inti diisi dengan mauidhoh khasanah yang disampaikan oleh Ustadz Hanifuddin, dengan tema Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Pelajar. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna perjalanan Isra’ dan Mi’raj sebagai peristiwa luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah SWT serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

    Ustadz Hanifuddin menekankan bahwa salah satu hikmah utama Isra’ Mi’raj adalah perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban utama bagi umat Islam. Bagi pelajar, salat tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Beliau mengajak siswa untuk menjadikan salat sebagai fondasi dalam belajar, berakhlak, dan berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Selain itu, disampaikan pula pesan agar siswa senantiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti jujur, santun, menghormati guru, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

    Penutup

    Peringatan Isra’ Mi’raj di MTs Nahdlatus Shibyan Kalipucang Kulon Welahan Jepara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa serta memperkuat karakter religius sebagai bagian dari budaya madrasah.

    Melalui kegiatan ini, madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan spiritual yang seimbang dengan pengembangan akademik, sehingga terbentuk generasi pelajar yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.


    Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa: Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Pelajar



  • MTs Nahdlatus Shibyan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual bagi peserta didik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Panen Kangkung sebagai Media Pembelajaran Proyek Siswa yang dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas VII MTs Nahdlatus Shibyan pada hari Rabu, 14 Januari 2026.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Meskipun dengan keterbatasan lahan, sekolah mampu mengoptimalkan lahan sempit berukuran 1 x 8 meter menjadi kebun edukasi yang produktif dan bernilai pembelajaran tinggi.

    Pelaksanaan Kegiatan

    Panen kangkung yang dilaksanakan kali ini merupakan panen yang kedua, menandakan bahwa kegiatan bercocok tanam telah berjalan secara berkelanjutan dan terencana. Siswa terlibat langsung sejak tahap persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen.

    Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang proses pertumbuhan tanaman, tetapi juga dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama dalam kelompok, serta menghargai hasil kerja keras mereka sendiri. Proyek ini juga mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, seperti IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila.

    Manfaat Pembelajaran

    Pemanfaatan lahan sempit sebagai kebun kangkung memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Mereka belajar bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian, serta sikap gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.

    Hasil panen kangkung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pembelajaran lanjutan, konsumsi sehat, maupun kegiatan sosial di lingkungan sekolah.

    Sambutan Kepala Sekolah

    Dalam sambutannya, Kepala MTs Nahdlatus Shibyan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para siswa dan guru pembimbing.

    “Kegiatan panen kangkung ini merupakan contoh nyata pembelajaran yang bermakna. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar siswa memiliki keterampilan hidup, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama dengan baik. Terima kasih kepada guru dan siswa kelas VII yang telah melaksanakan proyek ini dengan penuh semangat.”

    Beliau juga menegaskan bahwa sekolah akan terus mendukung inovasi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan mendorong kreativitas siswa.

    Penutup

    Kegiatan Panen Kangkung sebagai Media Pembelajaran Proyek Siswa di MTs Nahdlatus Shibyan membuktikan bahwa pembelajaran efektif dapat dilaksanakan dengan sederhana namun bermakna. Dengan memanfaatkan lahan sempit dan melibatkan siswa secara aktif, sekolah mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, edukatif, dan berkelanjutan.

    Panen Kangkung sebagai Media Pembelajaran Proyek Siswa

  •  


    Pisah Sambut Guru Mapel Penjaskes: Ini Pesan Pak Luqman, S.Pd

    MTs Nahdlatus Shibyan menggelar acara pisah sambut guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes) pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen penuh haru dan kebersamaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian guru lama sekaligus penyambutan guru baru.

    Dalam kegiatan tersebut, guru mapel Penjaskes Fatkhul Luqman, S.Pd secara resmi berpamitan setelah mengabdi di MTs Nahdlatus Shibyan selama 12 tahun, dan posisinya digantikan oleh Tasya Adelia Ayunda Dewi sebagai guru Penjaskes yang baru.

    Sambutan Kepala Sekolah

    Kepala MTs Nahdlatus Shibyan, Wildan Fatkhul Mu’in, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pak Luqman atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

    Beliau menuturkan bahwa selama 12 tahun mengajar, Pak Luqman telah banyak memberikan kontribusi bagi sekolah, baik dalam pembelajaran, pembinaan siswa, maupun kegiatan sekolah lainnya.
    “Pahit manis kita lalui bersama. Kebersamaan, perjuangan, dan pengabdian Pak Luqman akan selalu menjadi bagian dari sejarah MTs Nahdlatus Shibyan,” ungkap beliau.

    Pesan Perpisahan Pak Luqman, S.Pd

    Dalam kesempatan tersebut, Pak Luqman menyampaikan pesan penuh makna kepada para siswa. Beliau berpesan agar siswa-siswi MTs Nahdlatus Shibyan tetap semangat dalam belajar, selalu menjaga sopan santun, serta menghormati guru dan orang tua.

    Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kebersamaan selama bertugas dan memohon doa agar dapat melanjutkan pengabdian di tempat yang baru dengan baik.

    Sambutan Guru Baru

    Sementara itu, Bu Tasya Adelia Ayunda Dewi dalam sambutan perdananya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar MTs Nahdlatus Shibyan. Beliau memohon arahan dan bimbingan dari Bapak/Ibu guru, agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru Penjaskes dengan sebaik-baiknya.

    Bu Tasya berharap dapat melanjutkan dan mengembangkan program pembelajaran Penjaskes serta berkontribusi positif bagi perkembangan siswa dan sekolah.

    Penutup

    Acara pisah sambut berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga penguat silaturahmi dan semangat kebersamaan di lingkungan MTs Nahdlatus Shibyan. Semoga pengabdian Pak Luqman menjadi amal jariyah, dan kehadiran Bu Tasya membawa semangat baru bagi sekolah.

    Pisah Sambut Guru Mapel Penjaskes: Ini Pesan Pak Luqman, S.Pd

  • 5 Siswa-Siswi MTs Nahdlatus Shibyan Ikuti Tsamaco V

    Sebanyak lima siswa-siswi MTs Nahdlatus Shibyan mengikuti kegiatan Tsamaco V (Tsanawiyah Madrasah Competition) yang diselenggarakan pada ha...

    - Copyright © MTs Nahdlatus Shibyan Kalipucang Kulon Welahan Jepara - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -